Posts

Catatan terakhir di 2025: Menyongsong 2026

  Aku yakin tahun 2026 adalah tahun-ku. Sebuah kalimat optimis yang hadir atas dasar semangat yang membara megah di dalam diriku.  Aku menyelesaikan segala pendidikan kedokteran-ku di tahun 2025 ini, dan sedang menyiapkan sebuah ‘kehidupan’ baru yang akan ku mulai di tahun depan. Banyak hal terjadi di tahun ini dan membentuk aku menjadi pribadi yang jauh lebih berbeda daripada aku yang sebelumnya. Aku seperti emas putih yang dibakar dan ditempa dengan rapi oleh Tuhan di tahun ini, dan disiapkan untuk menjadi bentuk baru yang lebih layak, lebih apik, dan terbaik.  Aku kehilangan banyak hal dan hampir kehilangan sesuatu yang paling berharga buatku di tahun ini. Aku belajar untuk berubah dan keluar dari zona nyaman-mu, itu tidak apa-apa. Usiaku masuk 24 tahun saat ini, dan ini menjadi titik balik besar untuk bertumbuh.  Tidak semua hal bisa kugenggam selalu, dan tidak semua hal bisa menggenggamku seterusnya. Tidak semua hal bisa kupertahankan akan selalu eksis dengan te...

about marriage

Pernikahan. Sebuah kata yang tak pernah terpikirkan olehku selama hampir 20 tahun hidup di dunia ini. Tidak memiliki hasrat untuk menikah, tidak percaya apa itu cinta, dan ingin hidup menjadi biarawati adalah isi pikiranku 3 tahun yang lalu. Dari aku kecil hingga tahun 2019, aku menganggap konsep pernikahan adalah hal yang mengerikan. Hidup bersama orang asing untuk selamanya, menerima kekurangan mereka? Hal yang aneh menurut Niken 3 tahun yang lalu .  Bagaimana jika tidak cinta dengan orang yang dinikahi? Bagaimana jika pasangan tidak mencintai kita? Bagaimana jika ujung-ujungnya berpisah? Setidaknya pertanyaan-pertanyaan itu yang selalu muncul dalam benakku. Bisa jadi hal-hal ini adalah bentuk dari ketakutanku semata akan konsep dan gambaran pernikahan yang aku ketahui, dan merupakan proyeksi akan trauma yang aku alami.  Aku tumbuh dalam keluarga yang dikata harmonis, tidak. Namun jika dikata tidak harmonis, juga bukan. Mami dan Papa seringkali berselisih paham dan tidak aku...

Perkara Ulang Tahun

Image
  Aku pernah suka perayaan ulang tahun. Menurut Niken kecil, ulang tahun harus dirayakan. Tidak harus besar dan mewah, cukup yang sederhana (dihadiri hanya anggota keluarga kecil) maka sudah sangat membahagiakan. Aku masih ingat betapa senangnya aku melihat kue ulang tahun yang dibeli orang-tuaku, meniup lilinnya yang berbentuk angka, memotong segitiga kuenya, dan membagikan pada banyak orang. Tidak hanya itu, Niken kecil juga akan mengenakan gaun yang ujungnya berumbai-umbai bak putri kerajaan dan Papa akan mengambil beberapa jepret momen perayaan ulang tahun untuk mengabadikannya. Jangan lupakan juga perihal kado. Semua hal yang sudah aku ceritakan diatas, tentunya kini tidak berlaku untuk diriku yang sekarang. Aku semacam mempunyai love-hate relationship dengan sebuah perayaan ulang tahun. Aku masih suka memandangi kue ulang tahun yang cantik, aku suka perasaan berkumpul dengan orang terkasih saat ulang tahun, aku tetap menyukai perasaan meniup lilin ulang tahun seakan hal ters...

Current Life Update? Januari 2022

Image
Life's been getting hard, and I'm just tryna survive. Beberapa bulan yang lalu aku pergi ke psikiater. Di pertemuan pertama, aku diberi dua obat untuk mengatasi masalah yang sedang aku hadapi. Yaitu, mudah lupa. Dokter nggak memberikan kejelasan mengenai diagnosis penyakitnya, tapi yang aku tahu, obat yang diberikan merupakan obat yang digunakan untuk penderita demensia. Sebenarnya, selain mudah lupa aku punya banyak sekali keluhan tapi yaaaa kayaknya emang itu yang menjadi highlight untuk dokternya. Setelah 2 minggu konsumsi obat tersebut, aku kembali konsultasi dengan dokter untuk keluhanku yang lain. Aku sering sedih dalam jangka waktu yang lama. Aku bisa secara tiba-tiba merasakan sedih yang luar biasa (dengan atau tidak dengan alasan) dan aku bisa menyelami kesedihanku sampai satu bulan lamanya. Hal tersebut kambuhan. Dari analisisku, ini adalah gejala dari gangguan depresi mayor, dan memang benar, akhirnya dokter memberi aku anti depresan dengan dosis yang kecil. Belum ja...

The Firstborn Daughter

     Menjadi anak pertama memang tidak mudah, apalagi bagi seorang perempuan. Seakan-akan kita dituntut untuk menggotong dunia. Beban yang dibawanya sangatlah besar. Kita diminta untuk menjadi cerdas, rajin, harus bisa melakukan banyak hal, harus kuat jiwa dan raga, namun tidak semua orang tua mengerti bagaimana rasanya menjadi anak pertama.      Sebagai anak perempuan pertama, cukup berat rasanya untuk aku menyeimbangkan semuanya. Mulai dari pendidikan, segala urusan organisasi dan kepanitiaan di kampus, side hustle , ataupun masalah yang ada di rumah. Belum lagi mengurus fisik dan mental diri sendiri. Beruntungnya aku tidak sedang menjalin sebuah hubungan spesial dengan seseorang, jadi aku tidak punya tanggungan lain hehehe.      Terkadang, jika aku hanya berfokus pada suatu hal maka hal yang lain akan keteteran. Apalagi jika kondisi mental sedang buruk atau lelah-lelahnya. Inilah yang sedang aku rasakan akhir-akhir ini. Sejak adanya pandem...

Impact From Quarantine

Hey, everyone! So today, I wanna make something different for my blog. I'm gonna speak in English to improve mine. Disclaimer: sorry about my grammars lol. This time, I wanna talk about something that realizes me these days.  This COVID-19 pandemic got such a big impact on us. But I just realized that these quarantine things help me a lot for my self-improvement. I slowly become a person that way better from the-yesterday-me. During quarantine, I was much more in control. For an emotional person like me, I became a person that is more patient than before, I'm more positive and optimistic for my life, I get so much healing for my pains and I'm so happy for all that.  I am a person that so much active on social media, and I know that social media got so much impact on me, especially the negative vibes that really can drag me into depression. But, a couple of days ago, I've decided to mute and block all of the accounts that bring negative vibes for me, whether it's my ...

Berfaedah: Terimakasih, Niken!

Image
HAI SEMUANYAAA! Hahaha udah lama nih aku ngga update blog, maaf yaah ngga sempet up karena keabisan topik. Kali ini, aku mau berterimakasih banyak sama diriku sendiri, karena aku udah jadi orang yang sangat kuat! hehe. Mungkin disini aku bahasanya agak lebih santai dari biasanya karena ini aku copas dari private account instagram aku hihihi. Menjalani masa depresi dari November’17-Juni’18 beneran ga gampang. Ratusan kali punya pikiran buat bunuh diri, puluhan kali percobaannya juga.. beneran keren aku masih bisa ada sekarang. Di 2018 ini banyaaak banget pelajaran yang bisa diambil dan diresapi buat diriku sendiri. Gimana caranya aku harus bisa cuek sama sekitar, gimana caranya aku bisa tetap tenang ngejalanin masalah-masalah walaupun susah minta ampun, gimana caranya aku harus bisa sekuat baja yang dibenci ratusan orang. Bodohnya aku, aku ga langsung nyari pertolongan ke psikolog/ siapapun yang bisa nolong aku. Tapi akhirnya camproh ngerubah hidupku bgt. Aku jadi makin bisa bersy...